Sobat pasti tahu, bahwa selama masa pandemic karena Covid-19, pemerintah menutup lokasi wisata baik itu wisata alam atau tempat hiburan. Sama juga halnya dengan pembatasan alat transportasi masal yang berpotensi untuk menyebarkan virus dari si pembawa virus atau carrier. Karena, tempat tersebut ramai orang. Di artikel ini saya akan memberikan 9 tips traveling bagaimana cara traveling secara aman dan terbebas dari Covid-19.

tips traveling aman bonekpacker

Apa itu Covid-19

Covid-19 atau SARS-Cov-2 atau Covid-19 adalah sebuah sebutan bagi nama virus yang muncul di Kota Wuhan, China pada akhir tahun 2019 lalu. Virus ini banyak versi asal-muasalnya, jadi masih abu – abu yang benar yang mana. Virus tersebut menginfeksi saluran pernafasan. Sehingga penderita akan mengalami sesak nafas, demam tinggi, bahkan bisa sampai kejang – kejang. Namun butuh waktu beberapa hari sejak terinfeksi hingga menimbulkan gejala tersebut.

Akhir-akhir ini, banyak orang tanpa gejala atau OTG merupakan orang yang positif terinfeksi virus Covid-19. Hal ini karena daya tahan tubuh orang tersebut cukup fit, sehingga virus tersebut hanya menumpang dan akan mati dengan sendirinya karena masanya telah habis. Namun, orang tanpa gejala memiliki resiko menularkan ke orang lain yang rentan terhadap penyakit menular. Contohnya, orang lanjut usia, bayi, dan anak-anak. Sehingga tips-tips berikut juga efektif untuk melindungi kelurga dari serangan virus tersebut.   

9 Tips Traveling Aman Bebas dari Covid-19

Pastikan Kondisi Tubuh Fit

Sebelum mulai berpergian, Sobat harus memastikan bahwa tubuhmu dalam keadaan yang fit. Karena tubuh yang fit lebih tahan terhadap serangan virus dan bakteri. Jika tubuh tidak fit, maka virus dan bakteri yang menyerang tubuh lebih mudah untuk berkembang biak. Sehingga tubuh akan mudah untuk sakit.

Jangan memaksakan diri jika tubuhmu tidak fit. Alih-alih mau bersenang-senang, tetapi malah jadi masuk rumah sakit.  

Selalu Gunakan Masker

Masker sebagai alat pelindung diri paling utama, karena virus Covid-19 menyebar melalui udara dan hinggap di saluran pernafasan manusia. Supaya tidak bersarang di dalam saluran nafas, maka udara yang masuk harus terfilter oleh masker terlebih dahulu. Masker memiliki beberapa kriteria tergantung aplikasi dan daya saringnya. Untuk menyaring virus, dengan menggunakan masker medis atau non medis.

Selain itu, Sobat harus rajin mengganti masker setiap 8 jam sekali. Jika sobat bekerja atau seklolah atau kuliah sehari 8 jam, maka sepulangnya harus disobek dan dibuang ketempat sampah. Ingat!! untuk tidak membuang kesembarang tempat. Apalagi ke selokan. Alih-alih terhindar dari virus, tapi malah mendatangkan banjir.  

Baca juga 7 Jenis masker yang cocok untuk melindungi dari Covid-19

Rajin Cuci Tangan

Tangan lebih sering kontak dengan bagian tubuh lain. Terutama hidung, rambut, dan muka. Dan juga lebih sering memegang gagang pintu, permukaan meja, tombol di lift, pegangan tangga atau escalator, kartu ATM, dompet, dan lain sebagainya.

Penyebaran virus dan bakteri paling mudah melalui perantara tangan. Oleh sebab itu harus rajin cuci tangan secara teratur. Misal, tiap dua jam sekali cuci tangannya. Dan cuci tangan bukan asal-asalan. Harus menggunakan sabun, di gosok seluruh permukaan dan sela-sela jari. Kalau perlu, hingga siku selama 10 detik atau lebih. Gunakan air mengalir supaya virus dan bakteri tadi ikut terbawa.

Gunakan Hand Sanitizer

Penggunaan hand sanitizer saat kondisi darurat ketika tidak ada sabun dan air. Karena hand sanitizer hanya mambantu membunuh sebagian virus dan bakteri. Tidak seoptimal penggunaan sabun. Ada 2 jenis hand sanitizer, yaitu berbentuk gel dan cairan. Keduanya memilik fungsi yang sama.

Sobat juga harus memiliki persediaan isi ulang hand sanitizer. Masukkan isi ulang kedalam botol air mineral yang tidak terpakai. Pastikan botol air mineral tersebut sudah  bersih. Hal ini lebih memudahkan Sobat karena lebih prkatis.

Ganti Pakaian Setelah Berpergian

Setiap kali keluar dari rumah, virus dan bakteri mungkin hinggap di pakain. Tentu kita tidak akan tahu ketika di tempat umum bersentuhan dengan orang lain yang positif covid atau carrier. Karena virus dan bakteri sangat mudah untuk menyebar. Oleh sebab itu, Sobat harus ganti pakaian setelah keluar dari rumah atau hotel. Pisahkan pakaian yang habis dipakai keluar rumah dengan pakaian yang dipakai sehari di dalam ruangan. Untuk mengurangi penyebaran juga terhadap angota kelurga melalui pakaian kotor.

Mandi Setelah berpergian

Sama halnya dengan ganti pakaian setelah berpergian. Karen tubuh kita juga mungkin masih ada virus dan bakteri yang menempel di rambut, lengan, kaki, muka, atau area yang tidak terlindungi oelh pakaian. Sehingga Sobat perlu untuk mandi pakai sabun dan keramas dengan shampo. Lebih bagus lagi, sabun dan sahampo yang anti bakteri.

Baca Juga Panduan Memilih Tas Ransel

Makan Makanan Yang di Masak

Makanan yang dimasak jauh lebih steril daripada makan yang masih mentah. Pastikan makanan yang telah dimasak disajikan ditempat yang bersih dan tertutup. Hindari makanan mentah seperti sushi dan telur setengah matang. Perbanyak makan sayur dan buah sebagai asupan sumber vitamin dan mineral alami.

Minum Suplemen Tambahan

Selain makan makanan yang bergizi dari sayur, buah, dan lauk pauk yang telah dimasak, suplemen tambahan juga diperlukan untuk menambah asupan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Tidak perlu harus bermerk, tetapi sesuai dosis atau takaran yang dibutuhkan oleh tubuh.

Jika Sakit Kunjungi Dokter

Jika kamu sakit batuk, flu, demam tinggi lebih dari 39 derajat Celsius, sesak nafas, maka kamu perlu memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan memberikan penanganan yang tepat untuk mencegah atau mengobati sakit tersebut. Karena belum tentu juga sakit tersebut karena Covid-19. Jika Sobat ingin meyakinkan apakah sakit yang timbul karena Covid-19, maka Sobat harus meminta untuk pengujian lab SWAB atau PCR test.

Jika Sobat kesulitan untuk mencari dokter terdekat, Sobat bisa mencoba untuk menghubungi Alodokter. Sobat bisa mendapatkan bantuan medis mulai dari chat dengan dokter untuk mengetahui keluhan dan jenis sakitnya, rumah sakit rujukan terdekat dari tempat kamu tinggal, dan bisa dilakukan 24 jam.

9 Tips Traveling Aman Bebas dari Covid-19 yang Wajib Kamu Ikuti
Ditag pada:                                

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *