Apa itu Covid-19 ?

Covid-19 atau disebut juga SARS-Cov-2 atau Covid-19 adalah sebuah sebutan bagi nama virus yang muncul di Kota Wuhan, China. Pada akhir tahun 2019 lalu. Virus ini banyak versi asal-muasalnya, jadi masih abu – abu yang benar yang mana. Virus tersebut menginfeksi saluran pernafasan. Sehingga penderita akan mengalami sesak nafas, demam tinggi, bahkan bisa sampai kejang – kejang. Namun butuh waktu beberapa hari sejak terinfeksi hingga menimbulkan gejala tersebut.

Akhir-akhir ini, banyak orang tanpa gejala atau OTG merupakan orang yang positif terinfeksi virus Covid-19. Hal ini dikarenakan daya tahan tubuh orang tersebut sangat fit sehingga virus tersebut hanya menumpang dan akan mati dengan sendirinya karena masanya telah habis. Namun, orang tanpa gejala memiliki resiko menularkan ke orang lain yang rentan terhadap penyakit menular. Contohnya, orang lanjut usia, bayi, dan anak-anak.

7 jenis masker

Mengapa Perlu Masker ?

Masker sebagai alat pelindung diri paling utama, karena virus Covid-19 menyebar melalui udara dan hinggap di saluran pernafasan manusia. Supaya tidak bersarang di dalam saluran nafas, maka udara yang masuk harus terfilter oleh masker terlebih dahulu. Masker memiliki beberapa kriteria tergantung aplikasi dan daya saringnya. Untuk menyaring virus, digunakan masker medis atau non medis yang memiliki kerapatan berbeda-bea. 7 jenis masker ini ampuhkah untuk anti virus corona?

WHO menegaskan bahwa masker sangat wajib digunakan ditempat-tempat dimana virus mudah menyebar. Seperti di sekolah, tempat ibadah, pasar, alat transportasi masal, tempat wisata, rumah sakit, dan perkantoran.

Berapa Lama Penggunaan Masker ?

Sobat harus rajin mengganti masker setiap 8 jam sekali. Jika sobat bekerja atau sekolah atau kuliah sehari 8 jam, maka sepulangnya harus di sobek dan di buang ketempat sampah. Ingat, untuk tidak membuang kesembarang tempat. Apalagi ke selokan. Alih, alih terhindar dari virus, tapi malah mendatangkan banjir.  7 jenis masker ini memiliki waktu penggunaan yang hampir sama.

7 Jenis Masker

Masker Kain

Digunakan untuk mencegah penularan virus sekaligus mengantisipasi kelangkaan masker yang terjadi di masyarakat.

Masker kain harus terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan non-anyaman tahan air (depan), microfibre melt-blown kain non-anyaman (tengah), dan kain biasa non-tenunan (belakang). 

Kelebihan masker kain adalah bisa dipakai berulang-ulang. Karena bisa di cuci. Karena bisa di cuci, masker ini hanya cocok untuk dipakai sehari-hari hanya di tempat umum saja. Namun tidak cocok untuk petugas Kesehatan.

Baca juga Mendaki Gunung Bersama Anak Bayi ke Gunung Penanggungan

Masker Bedah 2 Lapis

Masker bedah 2 ply atau surgical mask 2 ply memiliki 2 lapisan yaitu lapisan luar dan lapisan dalam. Tanpa ada lapisan tengah yang berfungsi sebagai filter.

Karena tidak memiliki lapisan filter pada bagian tengah, maka tipe masker ini kurang efektif untuk menyaring droplet atau percikan yang keluar dari mulut dan hidug pemakai ketika batuk atau bersin. 

Merupkan salah satu dari 7 jenis masker yang cocok untuk pemakaian masyarakat sehari-hari yang tidak menunjukan gejala-gejala flu atau influenza yang disertai dengan batuk, bersin-bersin, hidung berair, demam, nyeri tenggorokan.

Karena mudah tembus jenis masker ini tidak direkomendasikan untuk dipakai oleh tenaga medis di fasilitas layanan kesehatan, apalagi mengani pasien yang terpapar virus corona Covid-19.

Masker Bedah 3 Lapis

Masker bedah 3 lapis atau surgical mask 3 ply terdiri dari lapisan luar kain tanpa anyaman kedap air, lapisan dalam yang merupakan lapisan filter densitas tinggi dan lapisan dalam yang menempel langsung dengan kulit yang berfungsi sebagai penyerap cairan berukuran besar yang keluar dari pemakai ketika batuk maupun bersin.

Karena memiliki lapisan filter, masker bedah efektif untuk menyaring droplet atau semburan air dalam ukuran kecil yang keluar dari pemakai ketika batuk atau bersin. Namun lapisan ini bukan merupakan barier proteksi pernapasan karena tidak bisa melindungi pemakai dari menghirup partikel yang lebih kecil. 

Merupkan salah satu dari 7 jenis masker yang direkomendasikan oleh WHO untuk digunakan oleh petugas medis dan orang-orang yang berada di area yang mudah terpapar virus. Contohnya di rumah sakit, di lokasi  karantina, di labrotorium medis, dikota atau negara yang memiliki jumlah kasus covid yang tinggi.

Masker N95

Masker N95 merupakan kelompok masker Filtering Facepiece Respirator (FFR) sekali pakai (disposable). Kelompok jenis masker ini memiliki kelebihan tidak hanya melindungi pemakai dari paparan cairan dengan ukuran droplet, tapi juga cairan hingga berukuran aerosol. Masker N95 bisa menyaring hingga 95 micron.

Masker jenis ini memiiki bentuk ergonomi dan ketat sehingga mendukung pemakai terhindar dari paparan aerosol asalkan seal fit dipastikan terpasang dengan benar. 

Baca juga Persiapan Menjadi Backpacker

Beberapa jenis masker Filtering Facepiece Respirator (FFR) yang setara dengan dengan N95 adalah :

  • FFP2 (EN 149- 2001, Eropa),
  • KN95 (GB2626-2006, China),
  • P2 (AS/NZA 1716:2012, Australia/New Zealand),
  • KF94 (KMOEL-2017-64, Korea),
  • DS (JMHLW-Notification 214,2018, Jepang). 

Merupkan salah satu dari 7 jenis masker yang wajib di pakai terutama untuk tenaga kesehatan yang harus kontak erat secara langsung menangani kasus dengan tingkat infeksi yang tinggi. Seperti pasien positif terinfeksi virus corona Covid-19.

Masker N99

Hampir sama dengan masker N95 namun memiliki kemampuang penyaringan yang lebih tinggi. Memiliki efisiensi penyaringan sebesar 95 persen hingga 99 persen. Berbeda dengan Masker N95 yang hanya di angka 95 perssen saja.

Biasanya petugas medis menggunakan rangkap dua. Lapisan pertama masker 3 play medis dan yang terluar adalah masker N99 atau N95. Karena kedua masker tersebut memiliki ergonomic kontur wajah yang pas. Sehingga apabila terjadi droplet, maka tida akan meyebar keluar dengan mudah.

Masker dengan valve

Merupakan masker N95 dan N99 yang memiliki exhale valve untuk mempermudah pemakai ketika menghembuskan nafas. Sehingga udara panas dan gas CO2 tidak terhirup Kembali.

Merupkan salah satu dari 7 jenis masker yang tidak disarankan penggunaannya, terlebih di lingkungan medis. Karena valve untuk keluarnya udara bisa berpotensi menyebarkan droplet Ketika pengguna sedang bersin.

Para pekerja yang memang memiliki aktivitas berat bisa menggunakan masker jenis ini. Jika Sobat sedang berolahraga ringan, sebaiknya menggunakan masker ini.

Namun ada beberapa kasus di mana para pengguna masker jatuh pingsan ketika berolahraga. Bukan karena jenis masker yang mereka gunakan salah. Tetapi, tidak sirankan olahraga menggunakan masker. Karena tubuh bernafas lebih cepat tetapi sirkulasi udara tertahan oleh masker.    

Reusable Facepiece Respirator

Tipe masker ini memiliki keefektifan filter lebih tinggi dari pada N95 meskipun tergantung jenis filternya juga. Karena memiliki kemampuan filtrasi yang lebih tinggi daripada N95, tipe masker ini dapat menyaring hingga bentuk gas. 

Masker respiratory ini sangat direkomendasikan dan umumnya digunakan untuk pekerjaan yang memiliki risiko tinggi terpapar gas-gas berbahaya. Sobat bisa menggunakan masekr jenis ini berkali-kali selama face seal tidak rusak. Dan harus rajin untuk membersihkan dengan sabun atau bahan anti virus secara benar. Hanya saja filter yang sudah kotor, perlu di ganti dengan yang baru. Harga masker ini cukup mahal. Namun memberikan perlindungan yang ekstra.

Bingung Pilih Masker Yang Mana?

Jika Sobat bingung untuk memilih masker mana yang cocok supaya terhindar dari virus, maka ada cara untuk menguji yang sederhana. Cukup dengan menyiapkan korek api. Ketika Sobat memakai masker jenis apapun itu, dan mencoba untuk meniup api yang nyala. Jika api tersebut tidak mati, masker tersebut cukup aman bagi Sobat.

7 Jenis Masker Anti Virus Corona – Mana Pilihanmu?
Ditag pada:                                            

Satu komentar pada “7 Jenis Masker Anti Virus Corona – Mana Pilihanmu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *