Di artikel sebelumnya saya telah mengulas tentang Daun Jelatang dan Daun Pulus. Secara klasifikasi keduanya merupakan tanaman yang berbeda namun kebanyakan orang Indonesia beranggapan sama karena keduanya memiliki rambut halus di seluruh bagian daun bahkan batangnya sehingga apabila kita menyentuhnya akan menyebabkan rasa gatal dan panas yang luar biasa. Kalau teman saya bilang, ibarat di gigit sepuluh semut di satu bagian. Kondisi tersebut berbeda-beda tergantung dari ketahanan tubuh masing-masing. Apabila Sobat tersengat Jelatang maupun Pulus, ada beberapa cara untuk mengurangi rasa sakitnya.

Bentuk daun Jelatang. Sumber
1. JANGAN DIGARUK
Reflek manusia kalau kulit terasa gatal adalah dengan menggaruknya. Biasanya semakin digaruk semakin nyaman. Tapi beberapa saat kemudian rasa nyaman itu berangsur-angsur berubah menjadi petaka. Gatal atau peradangan akan semakin menyebar di sepanjang bekas garukan tangan Sobat. Mengapa demikian? Karena setiap miang/rambut halus yang tertancap pada kulit mengandung senyawa asam formiat yang mudah meresap ke pori-pori kulit. Ketika Sobat menggaruk kulit, maka secara tidak langsung senyawa tersebut menempel di balik kuku dan menyebar tepat di jalur di mana Sobat menggaruk. 


2. JANGAN TERKENA AIR
Air akan membantu sebagai media penyebaran senyawa asam formiat di permukaan kulit. Memang susah untuk menghindari diri dari air, apalagi badan mudah sekali berkeringat. Gunakan handuk lembut atau tisu untuk menghilangkan keringat. Jangan di usap karena permukaan tisu dan handuk bisa jadi sebagai media untuk perpindahan senyawa dan miang. Jadi cukup di tempelkan saja. Simpan di tempat yang aman setelah dipakai.

3. MENCABUT MIANG
Apabila Sobat tidak segera mencabut miang/rambut halus dari  Jelatang dan Pulus maka efek gatal dan panas akan lebih lama. Mencabut miang/rambut halus dari  Jelatang dan Pulus  ada banyak cara, seperti :
  • Menggunakan  solasi atau lakban. Rekatkan solasi/lakban pada daerah kulit yang terasa gatal dan panas. Setelah dirasa sudah rekat, tarik dengan hati-hati. Amankan solasi/lakban yang telah dipakai agar tidak tersentuh orang lain. Ulangi beberapa jam kemudian apabila efek panas dan gata masih terasa. 
  • Menggunakan nasi atau ketan yang masih hangat. Tempelkan nasi/ketan yang masih hangat ke daerah kulit yang terasa gatal dan panas. Tarik secara perlahan dan buang nasi/ketan tersebut ke tempat yang amam. Ulangi sampai di rasa tidak ada keluhan lagi.
  • Menggunakan tanah gembur. Tanah gembur sangat mudah didapatkan di sepanjang jalur pendakian. Dengan mengusapkan tanah gembur secara perlahan pada daearah kulit yang terasa gatal dan panas maka akan membuat miang/rambut halus ikut tercabut. Tanah juga bersifat menetralisir senyawa. 
  • Menggunakan rambut. Sebagian orang percaya bahwa mencabut miang/rambut halus bisa dengan cara menggosokkan rambut ke bagian kulit yang sakit secara perlahan dan searah. Usahakan posisi kepala menunduk sambil duduk. agar miang/rambut halus tidak tersebar kemana-mana. Cara ini lebih cocok untuk yang terkena di tangan.
  • Menggunakan permen karet. Permen karet yang sudah tidak manis lagi bisa bermanfaat sebagai perekat untuk mengambil miang/rambut halus. Tinggal menempelkan saja secara perlahan ke kulit yang iritasi. Pastikan membuang di tempat yang sudah Sobat siapkan. 
  • Menggunakan getah pinus. Getah pinus yang sudah mengental akan berbentuk seperti permen karet. Caranya seperti menggunakan permen karet dan cara ini lebih baik karena lebih ramah lingkungan. getah pinus tadi bisa di pakai untuk membuat api. Jadi tidak meninggalkan sampah.

 4. GANTI PAKAIAN YANG LONGGAR
Setelah ketiga cara tadi diikuti dengan benar, gantilah pakain Sobat dengan yang baru dan longgar. Karena kemungkinan besar ada miang/rambut halus yang ikut menempel di pakaian tersebut. Selain longgar usahakan pakaian mudah menyerap keringat. Apabila dirasa basah segera ganti dengan yang baru lagi.

5. MINYAK ANGIN ATAU BEDAK ANTIHISTAMIN
Sembari berganti pakain, olesi dengan minyak angin secukupnya untuk mengurangi rasa gatal dan perih. Bisa juga menggunakan bedak gatal antihistamin yang ditaburkan merata di seluruh kulit yang iritasi.

Selain kelima cara tersebut yang dilakukan secara berurutan, ada cara alternatif apabila ada satu atau beberapa cara di atas yang tidak bisa dilakukan, yaitu:

1. Getah Tanaman Pacing
Tanaman ini sering terlihat tumbuh tidak jauh dari  Jelatang maupun Pulus. Kandungan antipuritic pada tanaman Pacing sangat membantu meringankan rasa gatal dan panas. Apabila tergigit oleh serangga bisa juga dengan mengoleskan getah Pacing.


2. Getah Batang Jelatang
Ada referensi yang mengatakan untuk mengobati  racun harus dengan racun tersebut. Seperti mengatasi bisa ular dengan ekstarksi penawar ular yang telah diambil dari racun ular tersebut. Getah dari batang katanya bisa sebagai penawar gatal. namun efek yang ditimbulkan juga berbeda-beda tiap orang. Selain getah ada referensi lain tentang teh daun jelatang. Saya sendiri tidak berani menyarankan alternatif ini karena kurangnya pemahaaman saya tentang tanaman beracun.

Dahulu ketika terkena sengatan  Jelatang maupun Pulus saya sendiri tidak tahu cara mengobatinya bagaimana. Berjam-jam harus menikmati gatal dan panas yang tiba-tiba muncul dan hilang. Entah dipengaruhi perubahan suhu atau karena gesekan kain pada kulit. Karena pernah mengatasi gatal akibat terkena ulat bulu, akahirnya saya coba cara yang sama yaitu dengan menggosokan kulit yang iritasi ke rambut. Kebetulan waktu itu sakitnya di kaki. jadi harus menekuk kaki sampai ke kepala. Berasa sedang latihan yoga. Kemudian baru tahu kalau menggunakan pasir lebih efektif dari pada rambut yang beresiko menyebar kemana-mana.

Sebaik-baiknya cara mengatasi sengatan  Jelatang dan Pulus, lebih baik kita menjaga agar terhindar dari sengatannya dengan cara mengunakan pakain yang sesuai, aman, dan nyaman ketika masuk ke dalam hutan. Dan Selalu berdoa kepada Tuhan agar diberi kemudahan serta keselamatan sampai balik ke rumah masing-masing. Semoga cara mengatasi gatal akibat daun  Jelatang dan Pulus di atas bisa membantu.

Cara Mengatasi Gatal Akibat Daun Jelatang dan Pulus

7 komentar pada “Cara Mengatasi Gatal Akibat Daun Jelatang dan Pulus

  • Maret 12, 2017 pada 2:11 pm
    Permalink

    Terimakasih infonya, kebetulan sekali teman saya baru kena efek tanaman jelatang. Keep sharing.

    Balas
  • Maret 31, 2017 pada 9:34 am
    Permalink

    Sama sama mbak.
    semoga lekas sembuh dan hati-hati dalam menjamah alam.

    Balas
  • Maret 31, 2017 pada 9:35 am
    Permalink

    perbanyak sabar om. efek yg ditimbulkan tiap orang berbeda-beda jadi ketika di obati juga akan berbeda rentang waktunya.

    Balas
  • Juli 17, 2017 pada 6:01 am
    Permalink

    Kebetulan saya juga sering kena daun jelatang. Dan untuk mengobatinya sangat sederhana. Ambil sabun Batang harus merk telepon (kandungan minyaknya lebih bagus). Dan garam halus. Caranya, kikis sabun Batang sebanyak yg diperlukan untuk dioles. Kemudian campurkan dengan garam sebanyak sabun yg sudah dikukus terlebih hingga benar2 rata. Lalu oleskan.
    Insyaallah,rasa sakit akan perlahan hilang.

    Balas
  • September 15, 2017 pada 7:11 am
    Permalink

    Terima kasih informasinya. Kalau boleh tahu kandungan minyak yang mana yang diperlukan dari sabun tersebut? Merk nya TELEPON ya? baru tahu saya.

    Balas
  • Juni 29, 2018 pada 11:12 am
    Permalink

    Makasi banget lho infonya. Temen gue kena daun ini pas ke kebun durian.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *