Siapa sangka Mojokerto punya wisata arung jeram? Ya, arung jeram ini terletak di Sungai Kromong, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Sungai Kromong mengalir dari aliran kaki Gunung Welirang yang membentang membatasi kabupaten Mojokerto dan Malang.  Walaupun sungainya kecil, namun cukup mengobati rasa penasaran bagi sobat yang ingin bermain arung jeram dengan jarak yang dekat dari Surabaya.
Tobes yang TOP!!

Wisata arung jeram ini dikelola oleh PT. Obech Pesona Nusantara atau dikenal sebagai Obech Adventure Experience yang saat itu lokasi kantornya berada di dekat dengan rumah saya. Jadi saya dapat dengan mudah melakukan reservasi. Ada beberapa macam kegiatan yang bisa dilakukan disana seperti :
  1. Rafting
  2. River Tubing
  3. Paint Ball
  4. Outbond
  5. Camping 
Harga yang ditawarkan bervariasi mulai puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah per orang.
Pada trip kali ini, saya mencoba untuk river tubing karena peminat yang banyak dari adik angkatan saya. Apalagi saya mendapatkan harga Rp20.000 per orang  untuk sekali trip. Dengan  fasilitas berupa welcome drink sepuasnya (jangan banyak-banyak nanti minum air juga di sungai), jaket pelampung, helm,  ban yang sudah di modifikasi untuk duduk nyaman dan aman, dan antar jemput dengan mobil pick up.

Setelah terkumpul 11 orang, kami langsung tancap gas dari rumah saya menuju ke Pacet via Mojosari. Lama perjalanan yang ditempuh kurang lebih 1.5 jam dengan motor dalam kondisi normal. Seperti biasa ketika mengendarai motor dengan jumlah lebih dari 2, kami selalu menggunakan sistem safety touring agar tidak terpencar, mengganggu lalu lintas, dan kebut-kebutan. 
Jadwal trip kami seharusnya jam 11 pagi namun karena jalan utama yang kami lalui sangat padat, kami baru tiba di base camp hampir jam 3 sore. Alhamdulillah petugas memaklumi keterlambatan kami. Sebagai sanksinya trip kami diperpendek karena jam operasional pengarungan tidak boleh lewat dari jam 4 sore. 
Setelah menikmati welcome drink berupa wedang jahe, kami berganti pakaian dan menitipkan barang-barang di bagian penitipan barang. Seorang instruktur memberikan briefing terlebih dahulu cara melakukan river tubing yang benar. River tubing mengandalkan kekuatan arus air sungai untuk menjalankannya. Apabila ingin berbelok atau menghindari bebatuan cukup mengayunkan tangan untuk membendung arus sungai. Kalau terbentur batu sakit? Iya kalau suasana hati sobat sedang galau. Makanya jangan galau kalau sedang jalan-jalan. Lepaskan semua beban dan nikmati ciptaan Sang Maha Kuasa ini. 
Penitipan barang
Briefing dari instruktur
Bareng anak muda jadi ketularan awet muda
Kami diantar naik pick up menuju ke start point yang jaraknya tidak jauh dari base camp. Seperti yang saya bilang tadi, karena terlambat maka start point kami hanya setengah perjalanan seperti yang ditentukan. Kami juga memaklumi karena kesalahan dari kami juga yang pergi kurang pagi. 
Menuju ke start point
Mas tukang cekreek
Satu persatu kami turun ke sungai menaiki tubing (ban dalam truk yang dimodifikasi untuk duduk nyaman dan aman ) setelah mengecek peralatan safety sudah terpasang semuanya. Baru beberapa meter saja jeram sudah kuat, sehingga beberapa dari kami terjatuh dari tubing. Jatuh gak sakit kok asal gak menghantam batu. Kalau pun sobat terhantam batu, sobat langsung tertawa sendiri. Saya pun begitu juga 😀
Rintangan berikutnya dalah mengontrol badan agar selalu kearah depan. Karena arus jeram akan memutar tubing sesuka hati. Selain rintangan jeram, kadang dasar sungai menjadi sangat dangkal sehingga tersangkut dan harus mengangkat tubing ke sungai yang tidak terlalu dangkal. Yang penting ketika tubing kita duduki bisa hanyut.
Dirjo in action
Tidak terasa sudah hampir 30 menit berlalu dan kami memasuki end point di bawah jembatan Sungai Kromong. Sambil menunggu penjemputan, kami berkeliling di sekitar untuk melihat seperti apa aliran sungai selanjutnya. Ternyata di bawah jembatan dibuat dinding cor yang miring ke bawah untuk membendung aliran sungai. Bagi sobat yang ingin melihat disarankan agar melihat dari jalan raya dari pada melihat dari sungai yang kurang aman. Karena kita tidak akan pernah tahu kekuatan arus sungai yang bisa bisa berubah-ubah. 
Setelah di jemput pick up, kami langsung bergegas mandi dan ganti pakain kering karena suhu udara di sini terbilang dingin di sore hari. 
End point sebelum bendungan
Di tempat penitipan barang, petugas menawarkan pengambilan penebusan foto yang sudah di ambil selama pengarungan tadi. Hanya Tobes dan Dirjo saja yang mau  menebus dan saya tempel foto mereka disini sebagai model :D.
Kami tidak langsung balik ke Surabaya setelahnya karena kami harus mengunjungi ibu angkat kami yang berjualan di desa atas. Ibu angkat? Ya! sosok ibu yang saya kenal saat saya dan teman-teman makan di warungnya pertama kali di tahun 2007. Setiap kami pergi ke Cangar pasti nongkrong di warung tersebut untuk makan nasi jagung, sambel terasi, selada air rebus, dan ikan asin. Di tambah  lagi udara yang dingin dan suara gemericik air terjun kecil di pinggir jalan gerbang Taman Hutan Rakyat R. Soerya menjadikan suasana makan menjadi lebih akrab. Makanan yang sederhana, sehat dan membahagiakan. Jadi kangen nih…

Segarnya River Tubing di Pacet Mojokerto

2 komentar pada “Segarnya River Tubing di Pacet Mojokerto

  • Oktober 30, 2016 pada 1:50 am
    Permalink

    Pak mw tanyak paket tubing apa aja ???? dan yg karak kira2 jauh dan menantang ada ga ??

    Balas
  • November 23, 2016 pada 3:43 am
    Permalink

    Paket river tubingnya kalau sekarang kurang tahu. Karena terakhir dapat info dari teman udah pindah rute. Gak lewat sungai ini.

    Dulu waktu main ke sini ada 3 jarak tempuh. jauh, sedang, dan dekat.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *