Hi Sobat Bonekpacker,

Bulan Maret 2016 kemarin menjadi awal dari musim bunga sakura di Singapura. Bunga yang terkenal dengan warnanya yang kalem dan muncul di sepanjang ruas batangnya ini telah dimasukkan dalam agenda tahunan di Singapura. Iklim negara ini tidak jauh beda dengan Pulau Batam yang berada di daerah khatulistiwa. Kalu panas ya super panas, namun saya kagum atas kemampuan pemerintah dalam mengelola teknologi bisa menciptakan lingkungan yang sesuai untuk vegetasi yang diinginkan, Tentu saja dengan greenhouse super besarnya di Garden By The Bay. Jadi beberapa tanaman yang berbeda iklim dengan Singapura bisa ditanam di dalam greenhouse ini.

Sekilas tentang bunga sakura (sumber: wikipedia):

Pohon sakura adalah salah satu pohon yang tergolong dalam familia Rosaceae, genus Prunus sejenis dengan pohon prem, persik, atau aprikot, tetapi secara umum sakura digolongkan dalam subgenus sakura. Asal-usul kata “sakura” adalah kata “saku” (bahasa Jepang untuk “mekar”) ditambah akhiran yang menyatakan bentuk jamak “ra“. Dalam bahasa Inggris, bunga sakura disebut cherry blossoms.
Warna bunga tergantung pada spesiesnya, ada yang berwarna putih dengan sedikit warna merah jambu, kuning muda, merah jambu, hijau muda atau merah menyala.
Ciri khas sakura jenis someiyoshino adalah bunganya yang lebih dahulu mekar sebelum daun-daunnya mulai keluar. Puluhan, ratusan, bahkan ribuan batang pohon yang berada di lokasi yang sama, bunganya mulai mekar secara serentak dan rontok satu per satu pada saat yang hampir bersamaan.

Bunga sakura jenis someiyoshino hanya dapat bertahan kurang lebih 7 sampai 10 hari dihitung mulai dari kuncup bunga terbuka hingga bunga mulai rontok. Rontoknya bunga sakura tergantung pada keadaan cuaca dan sering dipercepat oleh hujan lebat dan angin kencang. Beberapa jenis burung dikenal suka memakan bagian bunga yang berasa manis, sedangkan burung merpati memakan seluruh bagian bunga.

Kesempatan langka piknik beramai-ramai di bawah pohon sakura untuk menikmati mekarnya bunga sakura disebut hanami (ohanami). Saat melakukan hanami adalah ketika semua pohon sakura yang ada di suatu tempat bunganya sudah mekar semua.

Untuk menuju ke sini ada berbagai cara:

  1. Dari Harbourfront Ferry Terminal. Gunakan  MRT jalur hijau tujuan Outram Park kemudian pindah ke jalur coklat ke arah Garden Bay The Bay
  2. Dari Changi International Airport. Gunakan MRT jalur hijau (cuma 1 aja) berhenti di stasiun berikutnya Expo kemudian ganti ke jalur biru ke arah Sungai Bedok, di lanjutkan pindah ke jalur coklat ke arah Garden Bay The Bay.
  3. Kalau punya duit pakai taxi aja gak ribet tapi jangan pas weekend pasti macet.

Dari stasiun MRT Garden By The Bay masih harus berjalan sekitar 500 meter menuju ke loket masuknya. Sobat bisa menikmati pemandangan di area ini secara gratis kecuali bagi yang ingin masuk ke dalam greenhouse. Tiketnya S$12/adult untuk ke DOME (lokasi bunga sakura) dan S$16/adult untuk ke DOME dan CLOUD FOREST. Dari loket menuju ke dua tempat itu masih jauh sekitar 500 meter  – 1000 meter. Pengelola sudah menyiapkan shuttle bus untuk pulang pergi sepuasnya dengan biaya S$3 per orang dewasa. Terakhir saya kesini tahun baru 2013 masih belum ada shuttle bus-nya (penyebab salah planning).

Karena waktu yang terbatas kami harus rela untuk menikmati 30 menit ber-Hanami demi mengejar last ferry. Belum lagi desakan para pengunjung yang memadati dan saling berebut lokasi mengabadikan detail dari Bunga Sakura ini.


 



Menikmati Mekarnya Bunga Sakura Tak Perlu Sampai Ke Jepang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *