Dlundung adalah lokasi perkemahan di kaki Gunung Welirang tepatnya Terletak di Dusun Ketapang, Desa Kemloko, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Propinsi Jawa Timur. Peta dan Koordinat GPS: 7°40’46″S 112°35’53″E. Akses menuju ke tempat ini tidaklah sulit. Banyak angkutan umum yang mau mengantar dari Terminal Pandaan baik itu minu bus L300 maupun ojek. Objek wisata utama yang ditawarkan ditempat ini adalah air terjun DLundung. Selain itu juga terdapat lokasi camping ground, jungle tracking, outbond, dan warung makan. Untuk memasuki kawasan ini tidaklah mahal, cukup membayar Rp3.500,00 per orang sepuasnya. Tiket ini tidak berlaku untuk outbond, sebab ada pihak swasta yang mengelolanya.
Setiap akhir pekan, wana wisata Dlundung sangat ramai didatangi oleh pengunjung baik itu tua maupun muda. Kebanyakan yang datang kemari adalah orang-orang yang hobi camping. Ada yang melakukan acara organisasi, senang-senang, bahkan hanya sekedar “Ngopi” di warung sampai pagi. Karena tempat ini sering dijadikan ajang pendidikan dan latihan bagi pecinta alam dan pramuka. Oleh sebab itu Dlundung dianggap sebagai kampung halaman bagi para pecinta alam dan pramuka se-Gerbang Kertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Lamongan).
Air terjun di Dlundung tidak hanya satu saja namun yang dapat di akses masih tiga saja. Air terjun yang utama sudah dibuatkan jalan setapak dari semen, sedangkan yang lain masih harus tracking di hutan. Tapi jangan takut atau malas dahulu dengan ketidaknyamanan, justru inilah yang menjadi asyik. Untuk air terjun ke dua trackingnya tidak terlalu susah. Dengan medan berbatu, menyusuri sungai, dan jalan yang naik serta turun. Sedangkan air terjun yang ketiga baru pertama melangkahakan kakai harus menghadapi jalan yang menanjak sempit, menyeberang ujung jurang, dan barulah kita disuguhkan air terjun kembar. Sangat terbayar dengan apa yang sudah di lalui sebelumnya. Inilah air terjun tersembunyi yang hanya di datangi oleh orang-orang yang berjiwa petualang. Bila musim hujan, Jangan pernah tracking ke kedua air terjun tersebut. Sebab air bah dari atas gunung bisa datang dengan debit yang sangat tinggi dan ini sangat membahayakan bagi yang berada di daerah aliran sungai (DAS).

Bumi perkemahan di Dlundung sangat luas terbagi menjadi beberapa petak. Tiap petak tidak tentu kapasitasnya. Mulai kapasitas 4 orang sampai kapasitas 500 orang. Musim terpadat adalah ketika liburan anak sekolah dan Bulan Agustus-Oktober. Tapi jangan takut bagi yang berkunjung dalam jumlah kecil sebab bisa memanfaatkan warung-warung yang sengaja buka 24 jam untuk memenuhi kebutuhan pengunjung. Kalau beruntung dan kenal dengan pemilik warung kita bakal di anggap seperti keluarga sendiri. (hehehhe… Makan gratis!!


Alhamdulilah, saya sudah cukup akrab dengan salah satu pemilik warung. Bahkan aku menganggapnya seperti keluarga sendiri. Kalau mau mengadakan kegiatan selalu mampir kesitu dan kadang-kadang meminta bantuan untuk mengurus perijinan sekaligus peralatan yang dibutuhkan nantinya. Pak Yit dan Emak Yit, begitulah sapaan akrabnya. Semua ini karena perkenalanku ketika mengikuti DIKLATSAR GASSNAPALA XIV-XV tahun 2004. Sebelum saya berpamitan tracking beliau selalu berpesan agar selalu berhati-hati dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tak jarang Pak Yit memberi bekal gratis untuk di jalan walaupun hanya kacang rebus atau singkong rebus. Malahan, kalau saya membawa pasukan ke sana beliau sangat senang menyambut dan melayani kami. Mungkin suatu hiburan tersendiri bagi mereka yang sudah lanjut usia. Terima kasih Pak Yit dan sekelurga sudah memberikan kasih sayang pada kami semua. Semoga Allah melimpahkan rizkiNya kepada Bapak dan sekeluarga. Amin!!

Dlundung Kampung Halamanku

2 komentar pada “Dlundung Kampung Halamanku

  • April 29, 2011 pada 5:11 pm
    Permalink

    secara keseluruhan bagus tp coba gambarnya d banyakin neeee…trus jk memang d blog ini km ingin bahas masalah alam alangkah baeknya juga mengupas tentang pemanasan global ato hot isu terkini serta ajak para pembaca untuk mencari jawaban agar mnjaga bumi ini..gt se saranq..q saran d salah satu postinganmu ae y?tp sudah mewakili semuanya

    Balas
  • April 30, 2011 pada 4:49 pm
    Permalink

    @U_D
    thanks mas yud.. nanti saya postingkan tentang climate change-nya. kok belum di like ya??
    😀

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *